KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT
karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyusunn makalah
tentang “Makalah Ghibah Menurut Pandangan Islam”.
Dengan adanya makalah ini,
diharapkan dapat membantu memahami materi-materi
tentang ghibah menurut pandangan Islam. Selain sederhana, penyampaian
materi dalam makalah ini sangat praktis dan mudah dipahami.
Penyusun menyadari, bahwa makalah
ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun
dari pembaca dan guru pembimbing sangat penulis harapkan demi perbaikan dimasa
mendatang.
Akhirnya penyusun berharap, semoga makalah ini bermanfaat
bagi para pembaca dan penulis khususnya.
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR
ISI........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang.......................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah..................................................................................... 1
C. Tujuan
Penulisan....................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Ghibah..................................................................................... 2
B. Dalil-dalil
Larangan Ghibah...................................................................... 2
C. Macam-macam
Ghibah.............................................................................. 3
BAB III PENUTUP
Kesimpulan............................................................................................................ 4
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
”
Lidah tak bertulang ”. Mungkin ungkapan tadi tidak berlebihan jika kita lihat realita
yang ada sekarang. Anggota tubuh sekecil lidah dan tampak lemah ituternyata
mampu menyakiti hati serta memberinya bekas yang dalam. Kadangorang tidak
menyadari saat dia berbicara ternyata telah menyakiti hati orang lain. Baik
pria ataupun wanita pasti pernah melakukannya baik sengaja ataupun tidak
sengaja, namun yang paling sering melakukannya adalah kaum wanita. Perlu
diketahui bahwa lidah bisa menjadi sebab seseorang masuk surgaataupun masuk
neraka, karena tidak ada satu pun kata yang kita ucapkan kecualiada malaikat
yang menulisnya.
Mungkin
di dunia kita bisa mengingkarinyanamun di akhirat nanti mulut akan dikunci dan
anggota badan lain yang berbicara.Di antara bahaya lidah yang dapat membawa
kita ke neraka adalah ghibahdan namimah. Ghibah dan namimah termasuk perkara
paling keji dan paling banyak menyebar di kalangan umat manusia. Hanya sedikit
orang yang selamatdarinya.Karena pentingnya kita menjaga lisan dari ghibah dan
namimah, makamakalah ini akan membahas segala hal yang berkaitan dengan kedua
hal tersebut.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
pandangan Islam tentang ghibah dan bagaiamana kita menyikapinya?
2. Bagaimana
pandangan Islam tentang namimah dan bagaiamana kitamenyikapinya?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Mendeskripsikan
pandangan Islam tentang ghibah dan cara kitamenyikapinya.
2. Mendeskripsikan
pandangan Islam tentang namimah dan cara kitamenyikapinya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Ghibah
Dalam
bahasa ghibah berarti menggunjing, membicarakan kejelekandan kekurangan orang
lain, di dalamnya ada satu keinginan untuk menghancurkannya. Ghibah adalah
membicarakan kejelekan atau “aib” saudaranya ataupun kebaikannya yang mana jika
saudaranya itu tahu, dia tidak menyukainya. Bahkan ada yang berpendapat bahwa
jika saudaranya ada di majelis itu, juga disebut dengan ghibah. Jadi tidak
hanya menceritakan kejelekan saudaranya saja disebut ghibah, tapi juga kebaikannya
jika orang yang dibicarakan tersebut tidak menyukainya.
B.
Dalil-dalil
Larangan Ghibah
Firman Allah SWT surat Al-Hujurat
ayat 12:
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qç7Ï^tGô_$# #ZÏWx. z`ÏiB Çd`©à9$# cÎ) uÙ÷èt/ Çd`©à9$# ÒOøOÎ) ( wur (#qÝ¡¡¡pgrB wur =tGøót Nä3àÒ÷è/ $³Ò÷èt/ 4 =Ïtär& óOà2ßtnr& br& @à2ù't zNóss9 ÏmÅzr& $\GøtB çnqßJçF÷dÌs3sù 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# Ò>#§qs? ×LìÏm§ ÇÊËÈ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka
(kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah
mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.
Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah
mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
”Hadits
yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim :“Tahukah kalian apakah ghibah itu?"
Para sahabat menjawab, Allah dan Rasul- Nyayang lebih tahu!" Lalu beliau
berkata, “Yaitu kamu menceritakan saudaramu tentang hal yang tidak disukainya."
Lalu seseorang bertanya, “Bagaimana pendapatmu bila apa yangaku ceritakan ada pada
diri saudaraku?" Beliau menjawab, Bila apa yang kamu ceritakan itu ada
pada diri saudaramu, makakamu telah melakukan ghibah terhadapnya. Dan bila
tidak, berarti kamumengada-ada (dusta)."
C.
Macam-macam
Ghibah
Ghibah
adalah menceritakan tentang sesuatu yang dibenci oleh seseorang untuk
diceritakan, baik berkaitan dengan bentuk fisik, agama,dunia, kejiwaan, budi
pekerti, harta, anak, suami, istri, pembantu, pelayan, pakaian, cara berjalan,
cara bergerak, senyuman, kecemberutan, dan lainsebagainya. Apakah Anda
menceritakannya lewat lisan, tulisan, atausekadar isyarat dengan mata, tangan,
kepala, dan sejenisnya.
Berkaitan dengan
fisik, seperti kata-kata Anda: buta, pincang, pincang sebelah, botak, pendek,
tinggi, hitam, kuning, dan seterusnya.Berkaitan dengan agama seperti kata-kata
Anda: pendosa, pencuri, khianat,zhalim, meremehkan shalat, meremehkan najis,
tidak berbakti kepadaorangtua, tidak meletakkan zakat pada tempatnya, tidak
menjauhi ghibah,dan lainnya.Dalam hal dunia seseorang seperti kata-kata Anda:
kurang ajar,meremehkan orang lain, meremehkan hak orang lain, banyak omong,
banyak makan, banyak tidur, tidur tidak pada waktu-nya, duduk tidak
padatempatnya. Pada hal-hal yang berkaitan dengan orangtuanya, seperti
kata-kata Anda: bapaknya adalah pendosa, bapaknya orang India, orang
kulithitam, pekerja kasar, tukang jahit, pedagang budak, tukang kayu, tukang
las,tukang tenun, dan seterusnya.Pada budi pekerti seperti Anda katakan:
akhlaknya buruk, sombong,suka cari perhatian, suka bikin malu, bengis, lemah,
penakut, suka ngawur,angkuh, dan seterusnya. Berkaitan dengan pakaian, seperti
kata-kata Anda:lebar lobang tangannya, panjang buntut pakaiannya, kotor
pakaiannya, danseterusnya. Pokoknya yang menjadi pedoman adalah menceritakan
tentangkeadaan orang lain yang keadaan tersebut tidak dia sukai. Imam Abu
Hamidal-Ghazali telah menukil kesepakatan seluruh kaum muslimin, bahwaghibah
adalah apabila Anda menceritakan tentang orang lain dengan ceritayang tidak
disukainya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari keterangan al-Qur’an dan hadits Nabi di atas jelaslah bahwa ghibah
merupakan perbuatan tercela yang harus dihindari oleh muslim karena akan
mengakibatkan perselisihan dikalangan masyarakat. Ghibah akan mendatangkan
banyak mudharat, diantaranya perselisishan, permusuhan, dendam, perceraian dan
bahkan bisa saja terjadi pembunuhan. Islam sebagai agama Rahmatan lil
‘Alamin mencegah hal-hal tersebut, dan mengecam bagi yang melakukan
perbuatan tersebut akan mendapatkan siksaan Allah.
Ghibah dapat dicegah dengan slalu mengingat bahwa Allah Maha Melihat dan Maha
Mengetahui, ingat akan aib diri sendiri, dan tidak iri dengan keberhasilah
saudaranya serta senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah.
Adapun ghibah yang dibebaskan atau ditolerir adalah ghibah dalam hal amr
ma’ruf nahi munkar, dalam rangka menegakkan kebenaran, dalam hal ini
termasuk berita tentang kasus suap (korupsi).
Melihat realita masyarakat dewasa ini ghibah seakan dianggap sepele karena masyarakat
slalu disuguhi dengan berita-berita selebriti dari pagi hingga siang, terkadang
sangat berlebihan dan tidak proporsional. Ini akan menimbulkan berbagai problem
dalam masyarakat. Namun tidak semuanya gossip tersebut mengandung unsure ghibah
seperti penjelasan hadits Nabi diatas.
DAFTAR PUSTAKA
CD Room Kutub Tis’ah
al-Ghazali, Imam. Bahaya Lisan dan Cara Mengatasinya,terj.
A. Hufaf Ibry. Surabaya: Tiga Dua. 1995.
An-Nawawi, al-Adzkar, terj. M. Tarsi Hawi. Bandung: Pustaka Ma’arif. 1984.
Abullah bin Jarullah, Awas Bahaya Lidah, terj. Abu Haidar
dan Abu Fahmi. Jakarta: Gema Insani Press. 2004.
Ibnu Qudamah, Jalan
Orang-Orang yang Dapat Petunjuk, terj. Kathur Suhardi. cet XIII.
Jakarta: Pustaka al-Kautsar. 2007.
Taimiyah dkk, Ghibah, terj. Abu Azzam. Jakarta:
Pustaka Kautsar. 1992.
Suhaimi, Muhammad Yasin. Bahaya Lisan Menurut al-Qur’an dan Sunnah. Malang:
UMM Press. t.th


0 komentar:
Posting Komentar